| Syahidnya Imam Ridha as |
|
| Written by AliHassan |
| Sunday, 05 April 2009 15:16 |
Iran adalah Negara yang menjadikan hari peringatan syahidnya Imam Ridha as sebagai hari libur nasional yang merupakan Imam ke-8 dari keluarga Nabi Muhammad saww. Dalam surat An-‘am ayat ke-38 pada Al-Qur’an Allah SWT menjelaskan kepada manusia: “Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab.” Firman Allah SWT tidak diragukan lagi. Allah SWT yang maha pengasih tidak akan membiarkan manusia di dalam kegelapan. Dengan kata lain, Nabi terakhirnya yang diutus kepada manusia yaitu Nabi Muhammad saww tidak akan membiarkan umatnya, dan dia akan memandu umatnya untuk mencapai surga dan menjauhi siksa api neraka. “Sesungguhnya Allah tidak menciptakan Rasul-Nya tanpa menjelaskan semua tentang risalahnya… Yang kaya akan hikmah, oleh karena itu Al-Qur’an diturunkan kepada Rasul-Nya. Imam merupakan sebuah tanda kesempurnaan dari agama.Sebelum meninggal, Nabi Muhammad saww meniggalkan wasiat kepada sahabatnya dan pengikutnya. Nabi Muhammad saww menunjukan kepada mereka kepada jalan yang lurus. Nabi mengatur semuanya dengan baik sehingga umatnya tidak akan menyesal. Jika seseorang mengira agama tidak disempurnakan oleh Allah SWT, dia sesungguhnya telah menolak kitab sucinya (yaitu, Al-Qur’an).Orang seperti itu adalah orang munafik.” Perkataan Imam Ridha as tidak berakhir disini, tetapi panjang sekali. Bagi pembaca yang berminat bisa melihat pada buku al-Kafi dan Tuhaf al-Oqoul mengenai hal ini. Perkataan dari Imam mengenai perbedaan makna ayat yang ada pada Al-Qur’an untuk membuktikan Imamah, termasuk jawaban dari Allah SWT mengenai pertanyaan Nabi Ibrahim as setelah ia diangkat sebagai Imam bagi umat manusia, dan kedudukan suci ini tidak akan diberikan kepada orang yang tidak adil dan dzalim. Melihat dari argument ini, reaksi beliau atas tirani yang licik seperti Mamoun, yang berusaha merebut kekuasaan khalifah dan mengambil hak-hak Ahlulbayt Nabi Muhammad saw. Sudah pasti ini merupakan sebuah kesalahan membawa Imam ke-8 ini ke istananya dan memaksanya dengan posisi putra mahkota sehingga akan memudarkan sosok suci dari Imam dan mengakibatkan kebencian antara Imam dan Umat. Dia mengira orang-orang bisa menyesatkan Ahlulbayt dengan kegemerlapan duniawi. Sungguh salah. Semua dictator khalifah Abbasiah keliru tanpa disadari menyediakan forum public untuk Imam menjelaskan tentang risalah sucinya tetang Wilayah dan keluarga Nabi Muhammad saww. Tetapi mereka telah menyiapkan serang balik. Dimana saat itu era sangat berkembangnya pengetahuan dan dalam hal translasi Arab ke Inggris dan Bahasa sangsekerta. Maka Mamoun mengadakan debat dengan Imam Ridha as dan Ulama agama lain dan para ahli dari sekolah philosofi, dengan tujuan menunjukan mereka lebih pintar dari Imam Ridha as. Perkataan Imam Ridha as yang sangat meyakinkan dalam berbagai macam topic dan dengan jelas dipaparkan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemimpin dari orang non-muslim, sebagai bentuk intelektual yang sangat membanggakan dalam perkembangan ilmu pengetahuan, sehingga membuat mereka sadar tentang rasional Islam yang sesungguhnya. Pengetahuan yang dimiliki oleh Imam Ridha as adalah ilmu yang diberikan oleh Allah SWT dan meliputi segala macam topic. Merupakan pendekatan dari spiritual dan budaya dalam dunia ilmu pengetahuan. Pada buku yang dijelaskan oleh Imam ke-8 ini dalam hal medis pada bukunya yang berjudul Tibb ar-Ridha. Yang sudah ditranslate ke berbagai bahasa dan berisi pengobatan yang sangat penting dan sangat bagus digunakan sebagai panduan, dalam hal menyembukan penyakit-penyakit, adab makan dan kebiasaan higienis. Suatu hari ketika seorang Uskup Kristen menegaskan bahwa Yesus adalah anak Tuhan, Imam Ridha as menjelaskan bahwa itu merupakan hal yang mustahil dengan cara menjelaskanya Yesus hanyalah seorang Nabi, tetapi Uskup itu berusaha menyakinkan hal tersebut. Imam mengucapkan firman yang ada pada Injil dari St. John dimana Yesus diberikan berita tentang seorang Nabi yang akan muncul setelahnya. Uskup tersebut terkejut, Imam sangat paham dengan isi dari Kitab Kritiani, tetapi dia masih salah tanggap tentang mujizat yang diberikan kepada Yesus dalam membangkitkan orang mati. Imam Redha as berkata mujizat yang dimunculkan merupakan sebuah kehendak dari Allah SWT kepada Nabi dan Rasul-Nya dari awal hingga akhir, dan yang paling mulia ialah Nabi Muhammad saww (Salawat serta salam semoga tercurah kepadanya dan keluarganya). Uskup tersebut mendapatkan penerangan dalam hatinya, dan mengakui kebenaran akan Islam dan menjadi seorang Muslim. Tetapi hasrat untuk merebut kekuasaan telah membuatnya buta dan merasuki hati Mamoun yang yang telah membuatnya tenggelam dalam kedengkian. Setelah beberapa incident yang dialami oleh Imam Ridha as, termasuk incident yang amat terkenal ketika shalat Ied di Merv, Yang Imam harus keluar dengan segera, karena Abbasiah berusaha untuk membunuh Imam Ridha as. Ketika Imam sedang berada di kota Tous, dia memaksa Imam untuk memakan anggur beracun, alhasil Imam Ridha as meninggal dan dimakamkan di kota yang dikenal sebagai Mashad yang menjadi tempat diziarah oleh orang seluruh dunia sekarang ini. Tidak heran Nabi Muhammad saww telah menegaskan secara jelas bahwa akan muncul orang yang adil dan mereka akan menderita dan berkorban untuk umatnya setiap tahun dan era hingga Imam ke-12 Imam Mahdi al-Qa’em untuk membersihkan dunia dari korupsi, exploitasi, dan menstabilkan pemerintahan global dalam keadilan dan kedamaian!Jadi, Imam Ridha as, yang mana lahir pada 148 H di Madina dan dimakamkan di Mashad pada 203 H, berkorban melawan monotheis, bertahan untuk menerangi manusia. Tidak diragukan lagi, Iran, adalah tempat peristirahatannya, yang telah ditakdirkan menjadi sebuah Negara Republic Islam dan tanda kepada dunia sebagai wujud kemurnian dari monotheis pemerintahan dunia yang adil dan damai. (Tebyan)
|







