Tokoh

Sayyidah Fathimah as, Penghulu Wanita Dunia
Friday, 04 June 2010
Alam semesta adalah manifestasi keberadaan Allah swt. Dengan kekuasaan-Nya, Allah menciptakan alam semesta ini. Namun, adakalanya karunia Tuhan... Read more...
Nabi Muhammad saww – Rahmat Untuk Alam Semesta: Pembelajaran 3
Wednesday, 02 June 2010
Dikarang oleh: Sheikh Mansour Leghaei Karakter Unik Nabi Muhammad saww Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Nabi Allah SWT merupakan sebuah... Read more...
Nabi Muhammad saww: Rahmat Untuk Alam Semesta: Pembelajaran 2
Thursday, 13 May 2010
Pengarang: Sheikh Mansour Leghaei Nabi Muhammad saww; Nabi yang Paling Disukai Diantara semua nabi dan rasul Allah SWT, sebagai nabi terakhir dan... Read more...
JESUS Dalam Al-Qur’an
Thursday, 13 May 2010
Kelahiran Jesus adalah kehendak Allah SWT Mengenai kelahiran Jesus  telah dijelaskan dalam Al-Qur’an yaitu pada surat ke-19 Maryam pada ayat... Read more...
Sumber Mencintai Imam Ali (a.s)
Tuesday, 09 June 2009
Di sanad menceritakan dari Hadhrat Salman (semoga Allah meridhainya) bahwa: Salmaan Al-Farsi (semoga Allah meridhainya) berkata: "Kami duduk bersama... Read more...

Renungan Hadis



Rasulullah saww: “Siapa pun yang bertakwa kepada Allah, maka segala sesuatu akan takut terhadapnya. Dan siapa pun yang tak bertakwa kepada-Nya, maka dia akan takut terhadap segala sesuatu.”(Kanz al-`Ummal 3/142 hadis no 5883)


Rasulullah saww: “Allah mencintai orang pemalu, penyabar dan yang menjaga kesucian diri serta menjauh dari hal haram.” 


Imam Sajjad as: “Wahai Tuhanku, jadikanlah kami termasuk dari orang-orang yang kebun di dada mereka ditanami pohon kerinduan terhadap-Mu, jiwa mereka tenang karena tahu akan kembali kepada-Mu, dan ruh mereka yakin akan keberuntungan dan kebahagiaan.”(Bihar al-Anwar 150/151 )(Munajat al-`Arifin)


Imam Ali (AS) berkata, ‘3 hal yang menghasilkan cinta: perkataan yang baik, perilaku yang baik, dan kerendahan hati.’[Ghurar al-Hikam, no. 4684]


Diriwayatkab bahwa Allah berfirman kepada Musa as,”Apakah kau pernah beramal untuk-Ku?” Musa as menjawab,”Aku shalat untuk-Mu, berpuasa untuk-Mu, dan bersedekah serta berzikir untuk-Mu.” Allah berfirman,”Shalat adalah dalil untukmu, puasa adalah perisai, sedekah adalah naungan, dan zikir adalah cahaya.”(Bihar al-Anwar 69/252)


Imam Ali as: “Empat sifat yang bila dimiliki seseorang, maka dia telah memiliki kebaikan dunia dan akhirat: (yaitu) kejujuran, menjaga amanat, menjaga perut (dari hal haram), dan akhlak terpuji.”


Imam Ali (a.s) berkata: Lidah orang bijak berada dibelakang hatinya dan hati orang pembohong ada dibelakang lidahnya.


Rasulullah saww: “Siapa pun yang menolong saudaranya tanpa sepengetahuannya, maka Allah akan menolongnya di dunia dan akhirat.”(Al-Mawa`idh al-`Adadiyah 27)


Imam Ali as: “Akal adalah tabir penutup dan keutamaan adalah keindahan yang tampak. Maka tutuplah kekurangan perangaimu dengan keutamaanmu, dan perangi nafsumu dengan akalmu, niscaya kau akan dicintai (manusia).”(Al-Kafi 1/20) 


Imam Shadiq as: “Orang yang berbicara jujur, berarti amalnya suci dan murni.”
Members : 2
Content : 189
Web Links : 1
Content View Hits : 46601
Waspadai Gejala Depresi Pada Awal Kehamilan E-mail
Written by yabasa   
Wednesday, 03 December 2008 15:42
Kehamilan merupakan saat yang dinanti-nantikan bagi setiap pasangan suami-istri, namun pada saat awal-awal kehamilan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan agar janin yang ada dalam kandungan tak mengalami gangguan. Salah satu yang harus diperhatikan selama awal kehamilan adalah depresi. Jangan anggap remeh depresi pada awal kehamilan, karena depresi dapat mengakibatkan kelahiran prematur, hal tersebut diungkap dalam jurnal Oxford University Press, Human Reproduction, beberapa minggu yang lalu.

Para peneliti mengadakan wawancara terhadap 791 wanita di wilayah San Fransisco yang pada bulan ke-10 kehamilannya. Dari jumlah tersebut 41 persen diantaranya melaporkan gejala depresi sedang, sementara 22 persen melaporkan gejala depresi akut. Wanita dengan gejala depresi akut dihadapkan dengan risiko hampir dua kali lebih besar melahirkan bayi prematur atau masa kehamilannya kurang dari 32 minggu. Sedangkan mereka yang mengalami depresi sedang memiliki risiko melahirkan prematur hingga 60 persen, demikian yang disebutkan dalam penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Kaiser Permanente Oakland, California.

Menurut Dr. De-Kun Li, pakar epidemiologi perinatal dari lembaga tersebut, penemuan yang belum banyak diketahui oleh banyak orang, khususnya wanita hamil membuat hasil penelitian ini menjadi sangat berarti. “Banyak para peneliti yang mengadakan riset mengenai tingginya angka kelahiran bayi di Amerika Serikat, namun mereka belum dapat mengetahui apa yang terjadi. Jika kami dapat menemukan penyebabnya, seperti depresi ini contohnya, itu akan sangat membantu,” ungkapnya. “Sejauh ini, depresi selama kehamilan acapkali diremehkan dan tidak diobati, bukan saja oleh para penderitanya, tetapi juga oleh dokternya,” tambahnya.

Salah satu penyebab rendahnya perhatian tersebut, menurut Li adalah masih kurangnya bukti ilmiah mengenai hubungan antara depresi selama hamil dan bahayanya terhadap perkembangan si janin. Selanjutnya Li akan melihat seberapa besar efek obat anti-depresi dalam mencegah kelahiran prematur ini.

Menurut Li, depresi pada ibu hamil juga dapat dipengaruhi oleh level yang terdapat di dalam hormon plasenta dan fungsi plasenta itu sendiri “namun selama ini faktor psikologis disebut-sebut sebagai faktor tunggal penyebab depresi,” katanya.

Dr. Ryan Saktika Mulyana, M.D dari Rumah Sakit Prima Medika, Denpasar, dalam blog-nya menyebutkan bahwa depresi selama kehamilan merupakan gangguan mood yang sama halnya dengan depresi yang terjadi pada orang awam pada umunya. Dimana pada kejadian depresi akan terjadi perubahan kimiawi pada otak. Dalam hal ini perubahan hormonal pada saat kehamilan akan mempengaruhi kimiawi otak itu sendiri, yang nantinya akan sangat berhubungan erat dengan kejadian depresi dan kecemasan selama kehamilan. Pada sebagaian dari mereka yang mempunyai riwayat depresi, hal ini dapat muncul kembali akibat dipicu oleh kesulitan hidup yang melanda selama kehamilan dan nantinya akan menyebabkan timbulnya gejala depresi selama kehamilan.

Menurut dokter lulusan Universitas Udayana ini, depresi yang tidak ditangani akan memiliki dampak yang buruk bagi ibu dan bayi yang dikandungnya, ada 2 hal penting yang mungkin berdampak pada bayi yang dikandungnya, pertama adalah timbulnya gangguan pada janin yang masih di dalam kandungan dan kedua munculnya gangguan kesehatan metal si anak nantinya. Depresi yang dialami jika tidak disadari dan ditangani dengan sebaik-baiknya akan mengalihkan perilaku ibu kepada hal-hal yang negatif seperti minum-minuman keras, merokok dan tidak jarang sampai mencoba untuk bunuh diri. Hal inilah yang akan memicu terjadinya kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan yang rendah dan gangguan perkembangan janin. Ibu yang mengalami depresi ini tidak akan mempunyai keinginan untuk memikirkan perkembangan kandungannya dan kesehatannya sendiri.

Jika wanita mengalami depresi selama kehamilan maka hal yang harus dilakukan adalah mencari pertolongan. Ada beberapa cara, antara lain dengan berkonsultasi pada dokter kandungan anda psychologist atau psychiatrist mengenai gejala yang dialami. Saat ini mereka adalah teman yang paling tepat untuk berkonsultasi, mereka juga akan memberikan solusi yang terbaik untuk ibu dan janin yang ada didalam kandungan. Ada beberapa cara dalam melakukan terapi dan konsultasi dengan dokter kandungan anda seperti dengan metode support group atau psikoterapi yang dapat dilakukan secara rutin dan berkala atau mungkin dengan obat–obatan. Jika gejala depresi yang ditunjukkan sangat berat maka dokter kandungan mungkin akan meresepkan beberapa obat untuk mengatasinya dan tentunya aman untuk mereka yang sedang mengandung, jika keberanian tidak ada untuk mendiskusikannya dengan dokter atau terapis mungkin dapat berbicara dan bertukar pendapat dengan teman dekat anda, yang terpenting teman yang anda ajak berbicara sangat bisa mengerti apa yang anda rasakan, jangan pernah untuk melawan depresi ini seorang diri, saat ini anda sangat membutuhkan seseorang untuk mengatasi depresi anda.

Tanda-tanda depresi: Sulit berkonsentrasi; Mengalami susah tidur; Merasa lelah; Berubahnya kebiasaan makan; Merasa cemas, gelisah, khawatir; Menjadi sangat sensitif dan mudah emosi. (bambanghari@inspiredkidsmagazine)