| Imam Ali as di Masa Rasulullah SAWW |
|
| Written by AliHassan |
| Sunday, 08 February 2009 23:24 |
Mengkaji secara detil dan terperinci kehidupan Imam Ali bin Abi Thali as memerlukan puluhan kitab dan dalam kesempatan yang pendek serta halaman yang terbatas ini, adalah tidak mungkin untuk melakukan hal itu. Namun, untuk mengetahui riwayat kehidupannya, adalah diperlukan singgungan walaupun singkat. Pada usianya yang ke-6, atas usulan Rasulullah saw, Imam Ali as dipindahkan dari rumah ayahnya, Abu Thalib, ke rumah Rasulullah saw dan langsung berada di bawah asuhan dan pengawasan Rasulullah saw. Di situlah, Imam Ali as dididik dan dibekali ilmu. Di masa itulah, Imam Ali as mengambil pelajaran dari akhlak dan perilaku Rasulullah saw. Di masa itikafnya di gua Hira, pada umumnya, Rasulullah bersama Imam Ali as dan Imam Ali as menyaksikan kesan wahyu dan nubuwwah. Ia adalah lelaki pertama yang masuk Islam dan mendirikan shalat bersama Rasulullah saw. Di masa itu, Imam Ali as berusia sepuluh tahun. Dalam peristiwa-peristiwa sulit dan penuh derita di awal risalah, Imam Ali as senantiasa berada dalam pengabdian kepada Rasulullah dan menjadi teman serta penolong terbaiknya. Imam Ali as juga hadir dalam pemboikotan ekonomi, social, dan politik yang dilakukan musyrikin dan hadir di Syi’ib Abu Thalib. Di masa ketika jiwa Rasulullah saw terancam oleh musuh dan ditetapkan bahwa Rasulullah saw harus hijrah ke Madinah, Imam Ali as tidur di tempat tidur Rasulullah saw dan menjadikan nyawanya sebagai perisai Rasulullah saw (laitul mabit). Imam Ali as mendapatkan tugas dari Rasulullah untuk menyempurnakan sebagian pekerjaan yang belum terselesaikan oleh Rasulullah manakala hijrah ke Madinah bersama beberapa wanita. Rasulullah saw di Madinah menjalin akad persaudaraan dengan Imam Ali as. Pada tahun ke-2 Hijriah, Imam Ali as mendapatkan kebanggan sebagai menantu Rasulullah saw dan menikahi Fatimah, wanita terbaik di dunia. Di saat itu, Imam Ali as adalah pemuda yang kuat dan pemberani siap melakukan difa’ Imam Ali as memainkan peranan paling besar dalam membawa kemenangan Islam pada perang melawan orang-orang kafir dan musyrikin. Rasulullah saw, di masa risalah, memberikan dua misi yang amat berat dan penting kepada Imam Ali as. Pertama, Imam Ali as ditugaskan untuk menulis ayat-ayat dan surat-surat Al-Quran, mengumpulkan dan menyusun semuanya, mempelajari, menghafal, dan memelihara ilmu, makrifah serta hukum-hukum agama yang diwahyukan kepada Rasulullah saw. Imam Ali as menunaikan kewajiban penting ini dengan bantuan sang istri dan di bawah pengawasan langsung Rasulullah saw.(ParaPemimpinTeladan) |








