Imam Shadiq as: “Kesenangan sejati seorang mukmin hanya saat ia bertemu Allah. Di selain itu, ia berada dalam empat kondisi: berdiam diri sehingga kau mengetahui keadaan antara kamu dengan Tuhanmu, menyepi hingga kau selamat dari bencana luar dan dalam, rasa lapar yang mematikan hawa nafsu dan waswas, dan terjaga saat malam untuk menerangi hatimu, membersihkan dirimu, dan mensucikan jiwamu.”(Bihar al-Anwar 72/269)
Rasulullah saww: “Wahai pembawa al-Quran, cintailah Allah dengan cara menghormati kitab-Nya, niscaya Dia akan menambah cinta kalian dan membuat kalian dicintai makhluk-Nya.”(Jami` al-Akhbar 115/202 dan Bihar al-Anwar 92/19)
Imam Shadiq as: “Allah mengutus setiap nabi dengan kejujuran dan menjaga amanat bagi semua orang, baik atau jahat.”
Rasulullah saww: “Wahai orang-orang yang memiliki hubungan kerabat, saling kunjungi satu sama lain, dan jangan berdebat, dan berilah hadiah satu sama lain. Sesungguhnya saling mengunjungi akan menambah rasa cinta, perdebatan akan memutus hubungan kerabat, dan hadiah menghilangkan kedengkian.”(Da`aim al-Islam 2/326)
Imam Sajjad as: “Wahai Tuhanku, jadikanlah kami termasuk dari orang-orang yang kebun di dada mereka ditanami pohon kerinduan terhadap-Mu, jiwa mereka tenang karena tahu akan kembali kepada-Mu, dan ruh mereka yakin akan keberuntungan dan kebahagiaan.”(Bihar al-Anwar 150/151 )(Munajat al-`Arifin)
Imam Ali as: “Siapa pun yang meminta bantuan dari akal, maka akal akan membimbingnya.”(Ghurar al-Hikam wa Durar al-Kalam)
Imam al-Sadiq (AS) berkata, ‘3 hal yang menghasilkan kecintaan: kealiman, kerendahan hati, dan kedermawanan.’[Tuhaf al-`Uqoul, no. 316]
Rasulullah saww: “Carilah ketinggian derajat di sisi Allah.” Para sahabat menanyakan caranya. Beliau bersabda,”Menyambung hubungan dengan orang yang memutusnya, memberi orang yang tidak memberimu, dan memaafkan orang yang tidak tahu kedudukan dan nilaimu.”(Makarim al-Akhlaq 23)
Imam Ali as: “Akal adalah tabir penutup dan keutamaan adalah keindahan yang tampak. Maka tutuplah kekurangan perangaimu dengan keutamaanmu, dan perangi nafsumu dengan akalmu, niscaya kau akan dicintai (manusia).”(Al-Kafi 1/20)
Imam Ali as: “Siapa pun yang pelit dengan hartanya, akan menjadi hina, dan siapa pun yang pelit dengan agamanya (tidak menjualnya dengan dunia), akan menjadi mulia.”(Ghurar al-Hikam)